TENTANG KAMI
Nama dan Harapan
Situbondo Kita adalah nama yang dipilih untuk merepresentasikan blog ini. Nama tersebut merupakan simbol rasa cinta, kepemilikan bersama, dan pengabdian untuk Situbondo. Harapannya blog ini bisa memperkuat rasa solidaritas dan memberi ruang-ruang komunikasi bagi masyarakat Situbondo.
Pengelola dan Tujuannya
Pembuatannya diinisiasi oleh anak-anak komunitas Titik Merah yang mempunyai perhatian khusus pada daerah kelahirannya. Tujuan membuat blog ini, yaitu untuk memberi informasi alternatif tentang Situbondo. Mengingat sejauh ini masih belum banyak informasi mengenai Situbondo.
Isi
Informasi yang dimuat dalam blog ini berdasarkan hasil pengamatan, pendokumentasian, dan pengkajian. Tentu saja sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kami.
Tim Kreatif: Alfebry Anggotro, Marlutfi Yoandinas, Sigit Andreanto Azis
Pelabuhan Kalbut
Kampung nelayan yang berada di sebelah utara Kabupaten Situbondo ini mempunyai pemandangan yang eksotis. Hamparan laut luas saat sore hari terlihat begitu menakjubkan. Kita bisa menikmati matahari tenggelam (sunset), aktivitas para nelayan yang pulang setelah mencari ikan, dan melihat kehidupan masyarakat nelayan dari dekat. Pelabuhan Kalbut juga digunakan untuk jalur transportasi menuju pulau Madura dengan kapal laut []
Waterboom ala Situbondo
Banyaknya aliran sungai telah menciptakan suatu kultur bermain di sungai bagi anak-anak Situbondo. Salah satunya yaitu bermain cen-lecenan (waterboom). Lokasi permainan cen-lecenan ini berada di Dam Paraaman, kelurahan Mimbaan. Aliran sungai di saluran DAM menciptakan lumut-lumut licin di permukaannya, kemudian permukaan licin ini digunakan untuk bermain cen-lecenan layaknya prosotan atau waterboom. Biasanya saat bermain cen-lecenan ada beberapa anak yang bergabung. Terlihat keceriaan di wajah mereka saat bermain cen-lecenan. Permainan gratis dan dijamin puas []
Bukit-Bukit
Daratan sepanjang Situbondo sisi selatan yang berbatasan dengan Bondowoso berupa bukit-bukit. Kita bisa menikmati pemandangan Situbondo dari ketinggian dengan mendaki bukit-bukit ini. Namun, kondisinya terlihat gundul dan tak ada yang memanfaatkan untuk berladang atau bertani. Mungkin yang menjadi kendala utamanya adalah sulitnya mendapatkan air. Padahal kalau bisa dimanfaatkan bukit-bukit ini bisa memberikan peningkatan pendapatan bagi masyarakat Situbondo